Bagaimana kabarmu hari ini adinda? Entah telah berapa lama kita menapaki jalan ini, tidakkah kau menyadarinya? Pilihan itu kita ambil bukanlah karena ada
paksaan, tapi karena kuatnya kesadaran. Engkau telah berada di barisan panjang para nabi,
menjadi penyampai risalah…? Benarkah…? Tergantung apakah kita memaknai jalan
ini sejurus dengan tapak langkah, paradigma dan ruang gerak yang kita isi.
Harusnya sedari dulu, dulu sekali, kesadaran bahwa jalan ini panjang tidak lantas menyeretmu
kedalam kubangan angan-angan pendek, mencari kecintaan selain kepada kecintaan kita
kepada apa-apa yang beririsan dengan kepentingan jalan ini. Membuang jauh-jauh
kerinduan lain selain kerinduan kepada Mahabbah dan maghfirahnya. Merindukan
sesuatu tanpa alas jalan ini merupakan kelalaian membuaikan, yang mengakibatkan
keterpurukan hati. Hingga akhir…nya langkah dakwah kita menjadi hambar, tak
berisi apalagi berasa.
Adindaku,… fase kampus bukanlah fase akhir jalan
ini. Dan kami yakin, kita semua seserpih apapun sudah mulai memahami, ada fase
berikutnya yang tak kalah dahsyat menyajikan tantangan apalagi yang hanya sekedar
cerita romansa. Semua itu harus kau jaga, jaga dengan penuh tawadhu dan
keeleganan seorang al akh atau al ukh. Memang, dunia dan segala ceritanya kini semua
merayap tanpa sekat, antara bingkai antik nun klasik dan hegemoni
posmodernisme. Pemahaman yang selama ini kita coba pelajari harusnya bisa
membuat kita siap memposisikan diri, elegan namun kontekstual dengan perubahan.
Soleh ditengah hingar-bingar modernisme, tsabat ditengah dunia yang serba
instan. Hingga pada saatnya nanti, akan ada fase dimana kita akan bermetamorfosa membentuk
halaqah keluarga sebelum kita menjadi salah satu piranti peradaban di skala
mezzo perjuangan. Itulah sebenarnya awal dari semua cerita perjuangan kita
dijalan ini... dan disana kita bisa merasakan, apakah yang selama ini kita
tapaki di antara dinding-dinding kampus menjadi semacam stimulan dakwah atau
cuma romansa kosong tanpa isi.
Inilah saatnya, bagi kalian yang menyadari… akan
mulai memahami… dakwah yang merupakan bagian dari kisah dunia,.. merupakan
suatu hal yang ternyata ada dalam kisah hidup kita dan bagi sebagian yang
lainnya bisa jadi tak menyadarinya.
Dakwah itu cerita, dan kita mempunyai pilihan
untuk memainkan peran apa… dan semuanya akan berjalan mengalir indah ketika
kita semua kembalikan untuk siapa kita bekerja dan kedalam kafilah mana kita
bersama-sama berjuang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar