Kamis, 01 Mei 2014

Nasehat Sang Guru Kehidupan

Bagaimana kabarmu hari ini adinda? Entah telah berapa lama kita menapaki jalan ini, tidakkah kau menyadarinya? Pilihan itu kita ambil bukanlah karena ada paksaan, tapi karena kuatnya kesadaran. Engkau telah berada di barisan panjang para nabi, menjadi penyampai risalah…? Benarkah…? Tergantung apakah kita memaknai jalan ini sejurus dengan tapak langkah, paradigma dan ruang gerak yang kita isi. Harusnya sedari dulu, dulu sekali, kesadaran bahwa jalan ini panjang tidak lantas menyeretmu kedalam kubangan angan-angan pendek, mencari kecintaan selain kepada kecintaan kita kepada apa-apa yang beririsan dengan kepentingan jalan ini. Membuang jauh-jauh kerinduan lain selain kerinduan kepada Mahabbah dan maghfirahnya. Merindukan sesuatu tanpa alas jalan ini merupakan kelalaian membuaikan, yang mengakibatkan keterpurukan hati. Hingga akhir…nya langkah dakwah kita menjadi hambar, tak berisi apalagi berasa.

Adindaku,… fase kampus bukanlah fase akhir jalan ini. Dan kami yakin, kita semua seserpih apapun sudah mulai memahami, ada fase berikutnya yang tak kalah dahsyat menyajikan tantangan apalagi yang hanya sekedar cerita romansa. Semua itu harus kau jaga, jaga dengan penuh tawadhu dan keeleganan seorang al akh atau al ukh. Memang, dunia dan segala ceritanya kini semua merayap tanpa sekat, antara bingkai antik nun klasik dan hegemoni posmodernisme. Pemahaman yang selama ini kita coba pelajari harusnya bisa membuat kita siap memposisikan diri, elegan namun kontekstual dengan perubahan. Soleh ditengah hingar-bingar modernisme, tsabat ditengah dunia yang serba instan. Hingga pada saatnya nanti, akan ada fase dimana kita akan bermetamorfosa membentuk halaqah keluarga sebelum kita menjadi salah satu piranti peradaban di skala mezzo perjuangan. Itulah sebenarnya awal dari semua cerita perjuangan kita dijalan ini... dan disana kita bisa merasakan, apakah yang selama ini kita tapaki di antara dinding-dinding kampus menjadi semacam stimulan dakwah atau cuma romansa kosong tanpa isi.

Inilah saatnya, bagi kalian yang menyadari… akan mulai memahami… dakwah yang merupakan bagian dari kisah dunia,.. merupakan suatu hal yang ternyata ada dalam kisah hidup kita dan bagi sebagian yang lainnya bisa jadi tak menyadarinya.

Dakwah itu cerita, dan kita mempunyai pilihan untuk memainkan peran apa… dan semuanya akan berjalan mengalir indah ketika kita semua kembalikan untuk siapa kita bekerja dan kedalam kafilah mana kita bersama-sama berjuang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar